Agar Tak Berkomentar Jahat

Berawal dari obrolan santai tapi berisi di WAG ODOP (One Day One Post), mengenai keprihatinan akan media sosial saat ini yang dipenuhi komentar-komentar negatif. Bahkan ketika seseorang sebenarnya tak perlu berkomentar, tapi tetap berkomentar, negatif pula. Maka tercetuslah ide untuk menggembar-gemborkan ajakan agar berkata baik atau diam.

“Berkata baik atau diam”

“Diam itu emas”

Sungguh mudah, dan biasa didengar kalimat-kalimat ini. Namun mengaplikasikannya adalah hal berbeda. Menjadi sebuah tantangan besar, apalagi di era seperti sekarang ini. Semua orang bebas bicara, di dunia nyata, terlebih di dunia maya. 

Dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi tips agar kita dapat mengendalikan jemari di dunia maya dan memilih untuk #BerkataBaikAtauDiam.

  • Lihat hanya yang Anda senangi

Jika Anda tidak menyenangi ‘anak-anak’, maka tidak perlu membuka video seputar anak. Jika tidak menyukai seorang artis, maka jangan membuka postingan artis tersebut. Sebenarnya ini sangatlah mudah, tapi seringkali kita tergoda. Entah untuk sekedar iseng, atau alasan lain yang ujung-ujungnya membuat jempol ingin berkomentar buruk.

Di Facebook misalnya, jika ada seseorang yang tulisannya kerap membuat mata sakit, maka saya memilih untuk meng-unfollow akunnya. Just that simple.

  • Batasi waktu

Berikan batas waktu saat berselancar di dunia maya. Misalnya, “saya akan membuka medsos selama 10 menit”, kemudian patuhilah. Cara ini dapat mencegah Anda berlama-lama memandangi status orang dan tergoda berkomentar nyinyir. Selain itu Anda juga dapat memanfaatkan waktu untuk hal lain yang lebih bermanfaat.

  • Apa manfaat tulisan saya?

Tanyakan ini sebelum berkomentar atau menuliskan status. Adakah manfaat yang bisa dipetik jika Anda menuliskan komentar tersebut? Bagi Anda maupun masyarakat? Jika ada, dan benar ada, bukan mengada-ada, maka tulislah. Tapi jika tidak, maka berhentilah. Suatu hari nanti Anda akan bersyukur karena terhindar dari perbuatan tak bermanfaat.

“Dunia ini memang selalu memiliki sisi baik dan buruk, tapi berusahalah untuk selalu berada di sisi baik.”

  • Letakkan smartphone

Hidup tak melulu di depan layar smartphone, maka letakkanlah dan berkegiatanlah. Ketika tergoda untuk menuliskan hal yang tidak bermanfaat, maka segera tinggalkan dan berpindah pada kegiatan positif, misalnya membaca, memasak, olahraga, dan banyak lagi.

  • Sibukkan diri dengan hal positif

Jika diri kita tidak disibukkan dengan hal positif, maka kita akan cenderung pada hal negatif, seringkali tanpa disadari. Karena itu sibukkanlah diri dengan hal positif sehingga tak ada waktu untuk hal negatif.

Satu hal lagi yang penting, perihal berkata baik ini bukan hanya di dunia maya, tapi juga di dunia nyata. Karena perkataan tidak baik dapat menyakiti hati orang lain tanpa tidak kita sadari. Tentunya kita tak ingin menyakiti hati orang lain, bukan? Sebagaimana kita pun tak ingin disakiti. Terlebih lagi, hanya karena ucapan yang mungkin iseng, namun menyakiti orang lain, dan akan mempersulit kita di hari akhir kelak. Nah lho, repot banget kan yak!

Melalui tulisan ini saya juga ingin meminta maaf kepada teman-teman yang pernah tersakiti oleh kata-kata atau tulisan saya. Mohon maaf sebesar-besarnya. Semoga kita semua selalu diberi jalan oleh Allah untuk menjauhi kemungkaran dan melakukan kebaikan. Aamiin.

Semoga tips ini dapat bermanfaat, dan menjadikan kita lebih bijak dalam bicara, di dunia maya dan dunia nyata. Karena saya meyakini bahwa setiap orang fitrahnya adalah baik, menyukai kebaikan, ingin dibaiki. Maka marilah kita berbuat baik, berkata baik. Jika tidak bisa, maka diam lebih baik. Selamat berbuat baik!

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.”  (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Monggo Komentar