Lepas Rindu Bubur Barito dengan Bubur Dokar

Sarapan bubur adalah salah satu favorit sarapan saya dan suami di akhir pekan. Di Batam ini, ada beberapa bubur yang menjadi pilihan saya dan suami. Pertama adalah bubur Goodway yang terletak persis di sebelah hotel Goodway. Buburnya enak walaupun lama-lama saya merasa porsinya kurang.hehe..

Kedua, bubur Mang Doel yang terletak di Tiban BTN. Enak, relatif murah, dan banyak. Bahkan kadang sampai kekenyangan. Wew..

Nah, baru-baru ini ada satu bubur lagi yang langsung jadi favorit saya dan suami yaitu bubur Dokar. Bubur ayam Dokar ini terletak di komplek ruko Cipta Land, jalan masuknya dari depan sekolah Ulil Albab. Kenapa bubur Dokar menjadi favorit? Alasan sederhananya adalah karena bubur ini rasanya mirip sekali dengan bubur Barito di Jakarta.

Yap, bubur Barito sudah terkenal di Jakarta. Sayangnya lokasinya agak jauh dari rumah sehingga kami jarang kesana. Selain itu harganya pun sudah melangit. Untungnya, bubur Dokar memiliki rasa yang sangat mirip. Bubur di sini tidak menggunakan kaldu, tapi buburnya saja sudah gurih. Sepertinya direbus menggunakan kaldu ayamnya sehingga sudah enak. Bedanya dengan bubur Barito yaitu tidak adanya cheese stick. Ya, bubur Barito menggunakan cheese stick (atau bawang ya?) sebagai pengganti kerupuk. sedang kan bubur Dokar masih menggunakan kerupuk. Tapi ini bukan perbedaan besar untuk saya.

Harga seporsi bubur ayam di sini awalnya Rp12000 ketika saya pertama mencoba, kira-kira tiga bulan lalu. Namun sayang sekali, baru-baru ini harganya naik jadi Rp15.000 :((

My husband still love it though.

Selain bubur ayam, ada banyak menu yang disediakan di Dokar ini, diantaranya i fu mie, nasi goreng, kwetiaw, dan lain-lain.harga pun bervariasi mulai dari Rp20.000. Kalau Anda mencoba sarapan di sini, sempatkan menengok ke laut yang ada tak jauh dari Dokar. Walaupun tak ada pasir pantainya, tapi lumayan untuk m

emanjakan mata, melepas stress sedikit. 🙂

Monggo Komentar