Blog Ibuknya Khalid: Inspirasi Mamak Muda

Sederhana namun misterius, itulah kesan yang saya dapat dari pertemuan pertama (dan kedua) dengan Si Ibuk. Seiring berjalannya waktu, sisi misterius itu terjawab. Rupanya Ibuk ini memang luar biasa. Apanya yang luar biasa? Yuk, tengok review berikut ini.

Saya bukan tipe yang betah berlama-lama di blog orang, kecuali memang menarik, atau relevan. Kedua hal itulah yang saya temukan di blog Ibuk. Menarik, karena penulisan yang santai namun tetap berisi. Sebagai emak muda yang suka pusing dengan tingkah polah anak, saya sih lebih senang dengan bacaan yang santai, lucu. Bisa jadi hiburan, tapi tetap banyak manfaat yang bisa diambil.

Tema lifestyle yang sangat melekat dengan kehidupan sehari-hari juga menjadi sebab saya senang hinggap di blog Si Ibuk. Ada tulisan resep masakan, tips-tips pengasuhan anak, review restoran, dan banyak lagi. Salah satu favorit saya adalah resep Sapo Tahu Ayam. Pasalnya, saya menunjukkan resep dan video ini pada pak suami, dan dia langsung bersemangat mencoba. Saya pun ngikut saja. Alhasil, sekarang sapo tahu modifikasi dari resep tersebut telah menjadi bagian dari menu wajib tiap pekan. Hehe.. Selain sapo tahu, resep ayam saos padang juga pernah kami coba, dan hasilnya cukup memuaskan. Sejauh ini ada tujuh tulisan di kategori resep di blog Si Ibuk. Mungkin salah satunya bisa jadi favorit Anda?

Dengan empat tema utama yaitu parenting, review, kuliner, dan traveling, ada beragam kategori yang bisa pembaca temukan di blog Ibuk. Dari membaca lintas kategori inilah saya menemukan sisi luar biasa Si Ibuk. Bayangin aja nih yaa, Si Ibuk ini tidak hanya rajin bikin postingan blog, tapi juga merangkap mompreneur dan mombassador juga! Kesibukan itu juga tidak membuat Ibuk lupa refreshing. Ada banyak tulisan seputar review tempat wisata dan tips-tips traveling. Cocok nih buat yang punya balita dan tetap ingin ber-traveling ria, bisa intip tips dan trik dari Ibuk.

Ibuk juga rajin berinovasi. Diantaranya adalah membuat tulisan kolaborasi dengan tagar #CakapMamak yang di-update setiap Jumat. Sesuai tagarnya, #CakapMamak bercerita tentang berbagai hal terkait urusan emak-emak dan bisa menjadi inspirasi bagi mamak muda lainnya. Misalnya #CakapMamak dengan tema Anakku Aturanku, tulisan ini kemudian saya ceritakan pada suami dan menjadi ide diskusi mengenai aturan di rumah kami. Inovasi terbarunya adalah tulisan kolaborasi dengan tema #MamakSetrong. Ah, ngga bakal bosen deh pokoknya dengan blog Ibuk ini.

Sisi lain yang bisa menginspirasi mamak-mamak dan perempuan pada umumnya adalah sekelumit perjalanan hidup Ibuk yang dituangkan dalam tulisan di blog. Ada pelajaran yang bisa dipetik, mulai dari kehidupan Ibuk sebelum menikah, setelah menikah, dan lika-liku mendampingi Khalid, anaknya Ibuk.

Gimana? Penasaran kan sama tulisan-tulisan Si Ibuk? Langsung aja lah kunjungi blognya di www.desyoktafia.com. Tenang saja, tampilan blognya simpel kok, ngga berat untuk dibuka, dan halaman utama yang nyaman dilihat para pengunjung. Pengunjung bisa pilah-pilih artikel yang ingin dibaca dengan mudah. Eits, ada channel lain jg lhoo..

Youtube: Desy Oktafia

IG: @desyoktafia

Twitter: @desyoktafia

FP: desyoktafiadotcom

Semoga review ini bermanfaat yaa.. Dan semoga kita semua bisa mengambil kebaikan dari blog Ibuk..hehe..

Workshop Menulis: Ayo Berkarya Lagi!

Berkumpul dengan teman-teman yang sehobi memang selalu menyenangkan. Banyak ilmu yang bisa dibagikan, pengalaman yang diceritakan, dan semangat yang ditularkan. Tak terkecuali dalam workshop “Sehari Jadi Buku” yang digelar oleh Rumbel Menulis IP Batam dan Kopi Write Indonesia (KWI) minggu lalu.

Workshop Sehari Jadi Buku

Kembali bersungguh-sungguh menulis, itulah semangat yang ditiupkan dalam workshop ini. Intinya menulis, menulis, menulis. Dalam workshop ini dipaparkan juga tips mendapatkan ide menulis, dan bagaimana menulis yang sesuai PUEBI. Siapa saja sih pemateri di workshop ini? Ada tiga orang narasumber kece dari KWI yang baik hati berbagi ilmu dengan para emak IP Batam, yaitu Mba Heni, Mba Dian Ikha, dan Mba Dwi Arum.

Workshop ini bukan hanya one time event, tapi merupakan awal dari rangkaian proses untuk menelurkan buku antologi pertama dari Rumbel Menulis IP Batam. Doakan ya semoga kami para emak-emak ini bisa menghasilkan tulisan bermanfaat bagi banyak orang. Aamiinn..

Mungkin inilah jalannya, bagi impian-impian yang telah lama dicita-citakan sekaligus lama diendapkan.

 

Lindungi Anak dari TV

Televisi, benda yang akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Kehadirannya sering disebut-sebut sebagai sarana hiburan bahkan pendidikan. Namun benarkah demikian?

Televisi bagi orang dewasa mungkin hanya sekedar hiburan atau sumber informasi. Akan tetapi lain cerita bagi anak-anak. Tak sedikit artikel, baik dalam maupun luar negeri, yang menunjukkan sejumlah dampak buruk televisi bagi anak-anak. Diantaranya dapat mendorong sikap agresif, kecemasan, bahkan overweight.

Tayangan yang telah diperuntukkan bagi anak-anak pun ternyata tidak benar-benar berkualitas. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian khusus orang tua agar tak membebaskan sepenuhnya anak-anak menonton televisi.

Salah satu dampak buruk televisi dapat tergambarkan pada iklan layanan masyarakat berikut ini.

Walaupun hanya beberapa detik, menurut saya iklan ini sangat efektif. Menyeramkan bukan melihat aksi bocah dalam iklan tersebut? Mungkin agak berlebihan, namun bukan hal yang mustahil. Iklan ini menunjukkan betapa bahayanya televisi, dan tentunya kita sebagai orang tua tak ingin anak-anak kita mendapat pengaruh buruk dari tontonan televisi.

“Don’t let your child be educated by TV” demikian bunyi tagline di akhir iklan. Inilah pesan yang perlu diingat oleh para orang tua dalam mengawasi anaknya. Tentunya pesan ini dapat diperluas, tak hanya untuk TV, namun juga gadget lain.

Lalu bagaimana cara melindungi anak dari TV?

Ada beberapa cara yang bisa digunakan, misalnya dengan mengajak anak beraktifitas di luar ruangan. Selain mengalihkan perhatian dari TV, aktif bergerak juga baik bagi kesehatan. Jika tidak ingin atau tidak memungkinkan untuk bermain di luar, ada alternatif lain seperti membaca buku, atau mendengarkan buku melalui audiobook. Ada pula opsi hiburan yang simpel yaitu radio. Semua ini dapat menjadi pilihan agar anak tak melulu menonton TV.

Jika anak masih ingin menonton TV, sebaiknya orang tua membatasi durasi, atau menentukan jam-jam khusus. Jangan lupa juga selalu mengawasi anak ketika menonton TV atau media lain (ex: YouTube).

Memahamkan Anak tentang Allah

Ah, berat sekali tema arisan kali ini, plus waktu yang lebih sedikit. Memahamkan anak tentang Allah? Saya sendiri saja belum paham, bagaimana bisa mengajarkan anak. Alhamdulillah Thole masih 13 bulan dan belum bertanya macam-macam. Artinya, saya masih bisa belajar dulu.

Suatu hari saya pernah mendengar pengalaman seorang ayah dalam menjelaskan pada anaknya tentang Allah.

“Nak, kamu tidak akan melihat Allah selama masih hidup di dunia ini. Jadi jika ada yang mengaku tuhan, itu pasti bohong.” Kurang lebih demikian si bapak menerangkan dan dibenarkan oleh ustad.

Dalam sebuah ceramah pula saya pernah mendengar bahwa setiap orang secara fitrahnya adalah Islam dan mengetahui Allah. Apabila seorang anak kecil masih terjaga fitrahnya, tidak terkontaminasi hal-hal negatif (seperti tontonan tidak mendidik atau musik), maka ketika ia sudah mulai bisa diajak ngobrol dan ditanya “Allah ada di mana?” anak tersebut akan refleks menunjuk ke atas.

Bagaimana saya mengenalkan Allah pada Thole? Saat ini saya sendiri baru mencoba mengakrabkan telinganya dengan bacaan alquran dan sering mengajaknya berdoa. Misalnya, “dede sakit perut ya? Yuk, mohon sama Allah, supaya Allah sembuhkan dede.” Selebihnya, saya masih perlu banyak belajar agar saya pribadi bisa benar-benar mengenal Allah.

Terima kasih Mba Ulfa yang telah memberi tema arisan kali ini.

Meluangkan Waktu Demi Waktu Luang

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Mendengar kata “waktu luang” membuat pikiran saya berkelana ke masa lalu. Ketika setiap hari adalah waktu luang. Saking luangnya, sampai bingung mau ngapain lagi. Seolah sudah melakukan semuanya, padahal belum melakukan apa-apa. Hahaha..

Menjadi seorang emak-emak tak berarti kehilangan waktu luang atau me time. Hanya saja, ini menjadi sesuatu yang tricky. Waktu luang atau me time tak harus berjam-jam, tak harus pergi ke luar, nonton bioskop, atau nyalon. Bagi saya pribadi, membaca atau menulis ditemani secangkir teh hangat pun bisa menjadi me time yang sangat berharga.

Lalu bagaimana mendapatkan kesempatan berharga ini? Pertama, mengatur waktu. Ini hal penting yang saya juga masih amatir. Tapi benar-benar terasa bedanya jika semua kegiatan sudah teratur, maka akan ada waktu luang.

Kedua, percayalah, pekerjaan rumah tak ada habisnya. Jadi jangan selalu mendahulukan pekerjaan domestik. Istirahatlah, luangkanlah waktu untuk “bernapas”.

Ketiga, waktu luang itu diciptakan. Misalnya dengan bangun lebih pagi, atau Htidur lebih malam demi me time.

Dan yang terpenting adalah jangan terlena dengan waktu luang. LManfaatkanlah waktu luang sebaik-baiknya agar kita tidak menjadi orang yang tertipu.

Nah, kalau ada waktu luang, yuk intip blognya mba Ovie..insyaallah bermanfaat 😁