Ini Resep Simple So Good Chicken Nugget Favorit Thole

Entah sudah berapa kali saya menyebutkan bahwa Mama Thole ini tidak bisa dan kurang suka masak memasak. Alhasil, saya selalu mencari cara agar tidak perlu berlama-lama di dapur namun tetap tak kehabisan makanan. Wkwk..

Seringnya siy ini bukan masalah ya, karena saya dan suami ngga neko-neko dalam hal makan. Tapi akhir-akhir ini ada tantangan baru yang datang dari Thole.

Yup, dia lagi agak susah makan. Masalah yang kerap membuat pusing para orang tua ini rupanya saya rasakan juga. Memang pusing sih ketika anak susah makan, kudu pinter-pinter cari cara agar makanan bisa masuk ke perut si bocil.

Satu hal yang masih saya pegang adalah saya tidak ingin memaksa atau mencekoki anak. Konsekuensinya adalah emaknya harus kreatif mencari berbagai alternatif makanan. Kemudian mengamati respon, evaluasi, dan mencari ide lagi.

Setelah diamati, Thole sekarang ini agak susah disuapi dan lebih senang makan sendiri. Lebih semangat lagi jika dihidangkan finger food. Jadi saya pun mencari ide finger food dan pilihan saya kali ini adalah dengan mengkreasikan So Good Chicken Nugget rasa pizza.

So Good Chicken Nugget Rasa Pizza

Kenapa So Good Chicken Nugget? Karena sudah jelas ada label halal MUI dan label BPOM, jadi mama tenang. Ditambah lagi yang saya gunakan adalah varian rasa pizza, makin yummy dah!

Ini dia resepnya. Jangan khawatir, simpel banget kok. Hehe..

Bahan:

  • So Good Chicken Nugget Animal rasa Pizza

  • Wortel

  • Telur

  • Minyak goreng secukupnya

Cara membuat

  • Rebus wortel sampai agak empuk, tiriskan

  • Parut wortel yang telah direbus menggunakan parutan keju, sisihkan

  • Goreng So Good Nugget Ayam sampai kecoklatan, angkat dan sisihkan

  • Kocok telur ayam, masukkan wortel

  • Panaskan minyak, kemudian goreng telur yang telah dicampur wortel

  • Letakkan nugget di atas telur

  • Lipat telur menjadi bentuk setengah lingkaran

  • Balik telur, dan angkat

  • Bisa dihidangkan dengan saus atau kecap, tergantung selera

Ada beberapa catatan untuk resep ini, yaitu wortel bisa juga diletakkan di atas telur ketika digoreng. Namun saya memilih mencampurkannya sebelum digoreng agar Thole tidak pilih-pilih ketika makan. Saat melipat telur juga sebaiknya hati-hati agar tidak sobek. Atau bisa juga dengan cara tidak melipat telur dan menggunakan nugget lebih banyak sehingga seperti pizza.

Anda juga bisa berkreasi dengan menambahkan topping seperti daun bawang, bawang bombay, atau sayuran seperti sawi minyak, dan lain-lain. Saya sendiri tidak menambahkan topping karena ini khawatir Thole tidak suka yang terlalu ‘rame’. Selain itu dari nugget-nya sendiri sudah cukup memperkaya rasa kok.
Satu lagi mak, jangan lupa segera simpan kembali nugget di freezer dalam kemasan tertutup rapat supaya tetap segar dan mencegah cemaran ya.

Selanjutnya adalah menghidangkan kreasi sederhana ini untuk Thole. Apakah dia suka? Atau tidak? Well, alhamdulillah, dia makan lahap banget. Walaupun ini makanan baru bagi dia, rupanya dia suka! Alhamdulillah, emaknya ngga disisain. Emak senaang..

Alhamdulillah nambah satu lagi bahan makanan yang dia suka, jadi mengurangi kepusingan mamak dikala Thole susah makan. Bukan hanya Thole yang suka, mamanya pun suka. Karena varian rasa pizza ini unik memang rasanya. Beda dengan yang lain.

Oiya, saya menghidangkan ini sebagai finger food dan tanpa nasi. Karena So Good Nugget Ayam ini juga sudah mengandung karbohidrat. Tapi jika Anda ingin menyajikannya dengan nasi tentu sah-sah saja.

Itu dulu kreasi resep So Good Chicken Nugget rasa pizza yang ternyata disukai Thole. Tertarik mencoba?

Resep Masakan Favorit Keluarga, Mitos atau Fakta?*

“Resep masakan favorit keluarga” adalah sebuah topik obrolan yang nyaris tabu di keluarga kecil kami. Apa pasal? Pasalnya, Mama Thole ini ga senang masak. Titik.

Eh, tapi karena tantangan arisan kali ini dari koki andal kita adalah tentang resep masakan, jadi mau tak mau, akan saya bagikan salah satu resep masakan yang pernah saya masak. Here we go.

Onion Ring

Bahan

  • Bawang bombay
  • Tepung bumbu
  • Telur ayam

Cara membuat

  1. Kocok telur, sisihkan
  2. Potong bawang bombay sehingga berbentuk melingkar
  3. Masukkan lembar per lembar potongan bawang ke tepung, kemudian ke telur, dan ke tepung lagi
  4. Goreng deep fried bawang yang telah dilumuri tepung dengan api kecil
  5. Tunggu sampai kecoklatan. Angkat.

Tadaaaa.. Jadilah onion ring!

Selamat mencoba! 🤗

*Harap maafkan judul yang ngawur ini

Berburu Sate Ayam Enak di Batam

Bukan, saya bukanlah orang yang hobi wisata kuliner atau mencoba atau menilai jajanan baru. But when it comes to sate, it’s a different story.

Sate adalah makanan favorit saya. Karena itu saya cukup kecewa ketika mendapati beberapa sate di Batam yang tidak sesuai selera. Ada yang besar-besar dan enak, tapi sangat mahal. Ada yang murah, tapi kecil-kecilnya terlaluu.

Tak ingin kecewa lagi, saya pun berhenti mencari. Namun justru ketika itulah takdir membawa saya ke blog emak Khalid dan membaca review King Sate. Beberapa hari kemudian, saya mendapati diri saya telah berada di King Sate.🤣

Here it is. Sebelumnya saya juga mendengar komentar teman yang bilang sate taichan disini ga enak. Tapi itu tidak menyurutkan niat saya untuk mencoba. Karena yang saya mau itu sate ayam madura-nya.

Yes, this is it.

So, how’s the taste? Believe me when i tell you, ayamnya empuukk bangeett kayak bantal (hehe). Sepertinya dimasak dengan slow cook *sok tau*. Saya sendiri lebih suka yang ayamnya agak “ngelawan”. Kemudian bumbu kacangnya lumayan enak, walaupun alus banget kacangnya.

Harga sate ayam madura satu porsi (9 tusuk plus lontong) Rp23.000. Ada juga opsi setengah porsi (6 tusuk plus lontong) Rp16.000. Fyi, lontongnya juga gede-gede.

Sate Boffet

Sate kedua yang akan saya bahas disini adalah sate ayam Boffet. Letaknya di ruko Tiban Impian. Nah, harga sate disini jauh lebih murah. Hanya Rp13.000 sudah plus lontong. Tapi jelas, ukurannya hanya setengah (atau bahkan sepertiga?) dibanding King Sate. Daaan, kacang di bumbunya itu masih kasar, jadi serasa makan rujak. It’s not a bad thing though. Hehe.

Sate Madura (depan Taman Sari)

Nah, yang satu ini cocok dengan peribahasa “don’t judge the sate, by it’s gerobak”. Walaupun tempatnya bukan di ruko besar, ternyata justru sate inilah yang saya cari! Rasanya paling mendekati selera saya! Ukurannya pun sedang, dengan tingkat kematangan yang pas! Tidak keras, tidak terlalu empuk. Harga bersahabat, Rp14.000 per porsi, 10 tusuk plus lontong. Lha, macem promosi aja ya 🤣

Lokasinya di depan pintu masuk perumahan Taman Sari Tiban, dekat martabak Yapora.

Dan pencarian pun berujung indah. Alhamdulillah.

Bagi Anda penggemar sate madura, mungkin tiga tempat ini bisa dipertimbangkan. 🙂