Banyak Orang Tidak Mengerti

Banyak orang tidak mengerti, bahwa ketika peraturan ditetapkan, maka harus dipatuhi.

Banyak orang tidak mengerti, bahwa masih ada orang yang mau, dengan senang hati, mengikuti peraturan. Apalagi peraturan itu sejalan dengan aturan Allah, Tuhan semesta alam.

Banyak orang yang tidak mengerti, bahwa ketika seseorang bilang “tidak”, maka artinya benar-benar “tidak”. Bukan sekedar basa-basi.

Banyak orang tidak mengerti, bahwa masih banyak orang yang takut api neraka.

Saya tidak mau minta maaf, karena mematuhi perintah dan aturan dari Allah adalah sebuah kewajiban, dan bukan kesalahan.

Banyak orang yang tidak mengerti, atau tidak mau mengerti. Tapi harap simpan untuk diri Anda sendiri. Jangan cipratkan api neraka itu pada kami.

Semoga Allah berikan hidayah pada kita semua. Aamiin.

Batam, 10 Mei 2018

*Maafkan curcol Mama Thole yang lagi kesal..hehe..

Mendadak Nginep di Airy Room Penuin Center Batam

Beberapa waktu lalu mertua saya datang menjenguk kami di Batam. Wahh.. senang sekali rasanya dikunjungi orang tua walaupun hanya beberapa hari saja. Kata-kata liburan langsung terbayang di pikiran saya. Sayangnya kondisi rumah kami tidak memungkinkan untuk orang tua menginap. Pasalnya, tak hanya mertua, eyang yang sudah lanjut usia pun ikut berkunjung. Karena itulah saya dan suami lebih memilih agar eyang dan mertua menginap di hotel supaya bisa lebih nyaman selama di Batam.

Mertua menanyakan hotel yang recommended. Awalnya kami bingung memilihkan hotel yang cocok, baik secara lokasi, fasilitas, dan tentunya harga. Terlebih saat itu bertepatan dengan long weekend, biasanya tarif hotel melesat bahkan bisa dua kali lipat. Weks!

Tiba-tiba saya teringat seorang teman pernah menggunakan Airy, saya pun mengusulkan Airy pada suami dan dia setuju. Langsung lah jemari menari-nari di aplikasi Airy, mencari-cari kamar yang pas. Pilihan jatuh pada Airy Room Penuin Center. Fasilitas keren dan harganya pun tidak surging, jadi #KapanAjaBisa pesan dengan harga murah. Yeay!

Hari yang dinanti-nati tiba. Siang itu kami menjemput mertua di bandara kemudian mengisi perut dulu alias makan siang di salah satu rumah makan di ruko BCL. Barulah setelahnya kami melaju ke hotel untuk istirahat. Awalnya saya sempat khawatir servis dari pihak hotel akan kurang memuaskan atau ribet karena kami memesan via Airy–yang memberi harga lebih murah dibanding rate normal. Tapi ternyata tidak. Proses check in lancar, servis kamar pun tetap baik.

Airy Room Penuin Center (Airy)

Kami memesan dua kamar yang dilengkapi dengan connecting door, untuk tiga malam. Sesampainya di kamar, kami disambut dengan cemilan khusus dari Airy. Saya yang bawaannya laper terus (maklum lah busui) langsung memandang cemilan ini bak harta karun (seperti packaging-nya..haha). Oiya, cemilan ini di-restock tiap hari lho! #penting

Cemilan Airy Room

Tambahan lain yang saya dapati di kamar ini adalah perlengkapan mandi yang dikemas dalam bag khusus. Jujur saja, saya penyuka hal-hal kecil seperti ini. Lucu dan bisa dibawa pulang sehingga bisa dipakai kalau pergi-pergi.hehe. Walaupun tidak ikut menginap, tapi saya ikut menikmati fasilitas kamar Airy Room Penuin Center ini.

Puas mengisi tenaga, kegiatan kami selepas magrib adalah mencari makan malam. Tak jauh dari hotel, ada warung-warung tenda yang menyajikan seafood. Rasanya tak kalah dengan seafood restoran, dengan harga bersahabat.

Keesokan harinya, kami berwisata di daerah Nagoya. Wisata yang bisa dilakukan di sini salah satunya adalah cuci mata melihat tas-tas berbagai merk. Dari satu toko ke toko lain kami kunjungi. Ngga beli pun, soale ngga nemu yang cocok. Setelah itu kami juga menyambangi mall BCS untuk membeli cemilan dan oleh-oleh. Mall ini tak jauh dari hotel sehingga menghemat waktu dan tenaga. Malam harinya kami kembali berwisata kuliner dengan mencicipi sop ikan Yong Kee di Batam Center. Bagi penggemar ikan,  tak lengkap rasanya jika tidak mencoba menu ini.

Selain cuci mata dan mencicip sop ikan, hal lain yang wajib dilakukan ketika ke Batam adalah mengunjungi Jembatan Barelang. It’s a must. Yup, jembatan ini adalah salah satu ikon Kota Batam. Tentu saja kami tak melewatkan kesempatan berfoto ria. Tak hanya sampai jembatan satu atau dua, kami melanjutkan perjalanan sampai ke Kampung Vietnam.

jembatan barelang
Jembatan Barelang

Perjalanan jauh membuat saya dan suami tepar jua. Akhirnya malam itu kami memutuskan ikut menginap di hotel. Lagi-lagi, kami mem-booking melalui aplikasi Airy. Untunglah, walaupun dadakan, masih ada kamar tersedia. Ada promo pula. Alhamdulillah. Memang deh, #KapanAjaBisa nginep kalau pakai Airy.

Kami memesan kamar yang lebih kecil, namun tetap lengkap dengan cemilannya. Hehe.. Saya, suami, dan anak kami yang ketika itu baru berusia sepuluh bulan pun tidur nyenyak. Maklum, sudah capek seharian jalan-jalan ke Barelang dan tempat wisata lainnya. Keesokannya kami bangun dengan segar. Thole pun kelihatan happy sekali saat bangun tidur.

Hari Minggu siang, mertua dan eyang kembali ke Jakarta. Ahh.. Sedih deh.. Liburannya selesai. Tapi kami senang karena mertua dan eyang puas jalan-jalan dan menginap di Batam. Saya dan suami pun puas telah memilih Airy Rooms karena kemudahan booking, harga murah, lokasi strategis, dan pelayanan baik.

Kapan Main ke Batam?

“Kapan main-main ke sini?”
“Ayo ketemuan, di Batam lahh sini sekali-kali.”

Sering sekali saya mengatakan hal-hal semacam itu pada teman saya yang tinggal di Jakarta. Seolah-olah Batam hanya berjarak seperti Bintaro – Blok M. Ajakan itu tak jarang disahut dengan pertanyaan “emang ada apa sih di Batam?”

Pada teman yang masih jomblo saya bilang “ada jodoh”, lengkap dengan foto Jodoh Center. Pada teman yang tidak jomblo… Mm.. Rata-rata yang saya ajak main ke sini ya yang jomblo. Hahaha.

Oke. Selanjutnya supaya teman-teman saya itu tergerak hatinya untuk main ke Batam, kali ini saya akan menuliskan beberapa hal yang menarik tentang Batam. Pertama-tama adalah destinasi wisata. Apalagi kalau bukan jembatan kebanggaan warga Batam, Jembatan Barelang. Ini tetap menjadi spot yang menarik bagi saya, karena di Jakarta tidak ada yang macem ni.

jembatan barelang
Jembatan Barelang

Kedua adalah pantai. Ya, enaknya di Batam adalah tidak perlu jauh-jauh untuk lihat laut. Ada Pantai Dangas yang dekat dari rumah. Atau kalau sekedar melihat laut, bisa juga lewat ke Cipta Land. Agak jauh sedikit ada Ocarina. Saya pribadi sih lebih suka gunung, tapi laut tetap bisa jadi daya tarik.

pantai ocarina
Pantai Ocarina

Selanjutnya, selain tempat wisata, yang enak di Batam adalah jalanan yang tidak macet dan relatif bagus. Ini sangat berbeda dengan jalanan Sukabumi yang sering macet dan banyak lubang. Karena jalanan di sini lancar, kemana-mana pun jadi cepat. Tentunya jadi bisa melakukan lebih banyak hal. Tidak terlalu banyak tenaga terbuang di jalan. Tak seperti di Jakarta yang banyak memakan waktu di jalan karena macet. Ffiuhh.. Mari kita doakan supaya macet Jakarta bisa disembuhkan. Aamiin..

Kemudian, kuliner. Bagi penyuka seafood, di Batam banyak pilihan tempat makan seafood yang enak-enak. Salah satu yang pernah saya cicip adalah Kelong di Jembatan Dua. Sop ikan Batam juga enak. Seafood di warung tenda pinggir jalan pun enak, lho! Dan masih banyak lagi.

Jadi, kapan main-main ke sini?

Ibu-ibu Belajar Foto-foto? Seru, Lho!

Belajar, belajar, belajar. Itulah resolusi saya di tahun ini. Dan resolusi ini tentu sejalan dengan komunitas Ibu Profesional Batam yang selalu memfasilitasi anggotanya untuk belajar. Tahun ini diawali dengan belajar cekrak-cekrek, alias belajar foto. 

Biasanya kalau soal foto-foto, ibu-ibu ngga perlu diajarin, apalagi kalau foto aksi lucu si bocah-bocah, udah mahir banget deh! Tapi kali ini beda, bukan foto-foto aksi lucu anak-anak, melainkan memfoto makanan. Yap, acara Ibu Profesional Batam yang digelar hari Minggu, 21 Januari 2018 kemarin diisi dengan Workshop Basic Photography, khususnya Food Photography. Mengundang Mbak Yayuk Wulan sebagai narasumber, workshop ini pun diikuti ibu-ibu dengan penuh antusias. Anak-anak juga ngga mau kalah sama emak-emaknya. Ikutan antusias. Ngga percaya? Lihat aja nih.

Belajar foto

Belajar foto

(dibalik foto makanan enak, ada fotografer yang semangat)

Belajar foto

Sebelum mempraktikkan langsung, Mbak Yayuk memaparkan beberapa aspek penting dalam food photography, yaitu konsep, lighting, styling, komposisi, dan angel. Semua aspek ini menentukan hasil foto yang diambil, yang tentu saja dapat membuat siapa saja ngiler dan ga sabar icip-icip.

Tak kalah penting juga adalah pengaturan kamera. Dalam workshop ini digunakan kamera smartphone. Untuk kamera smartphone, pengambilan gambar baiknya dengan angel bird eye view atau flatlay. Yaitu mengambil gambar dari atas objek. Seperti contoh di bawah ini yang saya jepret sendiri. (maafkan hasil foto amatiran ini)

Belajar foto

Nah, seru kan? Setelah workshop ini, ibu-ibu mungkin akan lebih semangat memotret hasil masakan di rumah dengan teknik yang tepat.

Selain workshop, hari Minggu kemarin juga diisi dengan tausiah oleh ustadzah Afifatun Nisa, Lc. Kemudian dilanjutkan dengan acara bersejarah bagi komunitas Ibu Profesional Batam, yaitu peresmian Rumah Belajar Ibu Profesional Batam. Ada enam rumbel yang di-launching: Quran Learning Center, Rumbel Menulis, Rumbel Craft, Rumbel Menjahit, Rumbel Bisnis, dan Rumbel Memasak.

Alhamdulillah, acara workshop dan launching rumbel ini pun berjalan lancar, seru, heboh, dan ceria. Tak lupa juga diiringi doa dan harapan agar komunitas Ibu Profesional Batam dapat selalu menjadi wadah para ibu untuk dapat belajar, belajar, dan belajar menjadi lebih baik dalam mengemban amanah sebagai ibu, istri, dan individu. Aamiin.

Gara-gara Ikutan Rumbel Menulis

Gara-gara ikutan rumbel…

Blog mati suri, jadi hidup lagi

Gara-gara ikutan rumbel…

Ada ide ditulis, tak ada ide pun tetap menulis

Gara-gara ikutan rumbel…

Banyak teman cerita, walaupun jarang tatap muka

Gara-gara ikutan rumbel…

Kubeli domain TLD (ups!)

Rumbel

Yap, Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Batam telah membuat warna tersendiri dalam kegiatan tulis-menulis saya. Memang benar kata-kata yang pernah saya dengar, “carilah teman untuk menguatkan”, maka saya pun mencari teman yang sama-sama ingin menulis. Dan di Rumbel inilah saya menemukannya.

Tak tanggung-tanggung, teman-teman di rumbel ini kece-kece banget. Ada bu ketua yang banyak ide, ada yang produktif kalinulisnya, ada yang jadi hobi masak (lho?), ada yang selalu semangat arisan, dan ada yang siap bikin ketawa, dan banyaakk lagi.

Alhamdulillah, masyaallah..

Semoga rumbel ini selalu bisa menjadi wadah saling support antar anggotanya dalam tulis-menulis dan kebaikan lainnya. Aamiin..