Rekomendasi Dokter Anak di Jakarta dan Batam

Sebuah tema yang mungkin sudah sering dibahas. Tapi rasanya tak pernah basi dan akan selalu dicari. Karena saya sendiri juga sering mencari-cari rekomendasi dokter baik di Jakarta maupun Batam. Jadi saya juga akan berbagi pengalaman seputar dokter anak. Semoga bermanfaat yaa..

Oiya, disclaimer, ini sharing pengalaman pribadi yang tentunya sangat subjektif yak.. Continue reading “Rekomendasi Dokter Anak di Jakarta dan Batam”

Main-main dengan Anak di Rimba Baca

Liburan telah berakhir, tapi Thole dan mamanya masih ngetem di Jakarta karena satu dan lain hal. Daripada diem-diem aja di rumah, orang rumah pun sudah pada mulai kerja, akhirnya saya iseng mencari tempat yang bisa dikunjungi. Tentunya yang ramah anak, karena percuma jalan-jalan kalau ngga ramah anak, yang ada mamak capeek doang. Wkwk..
Setelah browsing sebentar, pilihan jatuh pada Rimba Baca. Rimba Baca adalah sebuah perpustakaan ramah anak yang terletak di Cilandak, Jakarta Selatan. Di bagian luar, perpustakaan yang berlokasi tak jauh dari RSUP Fatmawati ini memang hanya tampak seperti rumah-rumah lainnya. Namun setelah masuk tentu beda sekali. Continue reading “Main-main dengan Anak di Rimba Baca”

Tips Aman dan Nyaman Bermain di Happy Kiddy Nagoya Hill

Setelah beberapa kali tertunda, akhirnya weekend kemarin jadi juga mengajak Thole main-main di Happy Kiddy Nagoya Hill Mall. Sebelumnya Thole sudah pernah main di tempat serupa di Jakarta. Eh, ternyata di sini buka juga, jadilah kami mau coba.

Thole hanya main sekitar satu jam, karena sudah ngantuk, jadi tak lama-lama lah. Dari kunjungan kami ke sana, ada beberapa tips yang ingin saya sampaikan agar anak bisa bermain dengan aman dan nyaman di tempat umum. (“Anak” di sini dimaksudkan bukan hanya aman bagi anak kita sendiri, tapi juga anak-anak lainnya yang juga bermain di sana.) Continue reading “Tips Aman dan Nyaman Bermain di Happy Kiddy Nagoya Hill”

Blog Ibuknya Khalid: Inspirasi Mamak Muda

Sederhana namun misterius, itulah kesan yang saya dapat dari pertemuan pertama (dan kedua) dengan Si Ibuk. Seiring berjalannya waktu, sisi misterius itu terjawab. Rupanya Ibuk ini memang luar biasa. Apanya yang luar biasa? Yuk, tengok review berikut ini.

Saya bukan tipe yang betah berlama-lama di blog orang, kecuali memang menarik, atau relevan. Kedua hal itulah yang saya temukan di blog Ibuk. Menarik, karena penulisan yang santai namun tetap berisi. Sebagai emak muda yang suka pusing dengan tingkah polah anak, saya sih lebih senang dengan bacaan yang santai, lucu. Bisa jadi hiburan, tapi tetap banyak manfaat yang bisa diambil.

Tema lifestyle yang sangat melekat dengan kehidupan sehari-hari juga menjadi sebab saya senang hinggap di blog Si Ibuk. Ada tulisan resep masakan, tips-tips pengasuhan anak, review restoran, dan banyak lagi. Salah satu favorit saya adalah resep Sapo Tahu Ayam. Pasalnya, saya menunjukkan resep dan video ini pada pak suami, dan dia langsung bersemangat mencoba. Saya pun ngikut saja. Alhasil, sekarang sapo tahu modifikasi dari resep tersebut telah menjadi bagian dari menu wajib tiap pekan. Hehe.. Selain sapo tahu, resep ayam saos padang juga pernah kami coba, dan hasilnya cukup memuaskan. Sejauh ini ada tujuh tulisan di kategori resep di blog Si Ibuk. Mungkin salah satunya bisa jadi favorit Anda?

Dengan empat tema utama yaitu parenting, review, kuliner, dan traveling, ada beragam kategori yang bisa pembaca temukan di blog Ibuk. Dari membaca lintas kategori inilah saya menemukan sisi luar biasa Si Ibuk. Bayangin aja nih yaa, Si Ibuk ini tidak hanya rajin bikin postingan blog, tapi juga merangkap mompreneur dan mombassador juga! Kesibukan itu juga tidak membuat Ibuk lupa refreshing. Ada banyak tulisan seputar review tempat wisata dan tips-tips traveling. Cocok nih buat yang punya balita dan tetap ingin ber-traveling ria, bisa intip tips dan trik dari Ibuk.

Ibuk juga rajin berinovasi. Diantaranya adalah membuat tulisan kolaborasi dengan tagar #CakapMamak yang di-update setiap Jumat. Sesuai tagarnya, #CakapMamak bercerita tentang berbagai hal terkait urusan emak-emak dan bisa menjadi inspirasi bagi mamak muda lainnya. Misalnya #CakapMamak dengan tema Anakku Aturanku, tulisan ini kemudian saya ceritakan pada suami dan menjadi ide diskusi mengenai aturan di rumah kami. Inovasi terbarunya adalah tulisan kolaborasi dengan tema #MamakSetrong. Ah, ngga bakal bosen deh pokoknya dengan blog Ibuk ini.

Sisi lain yang bisa menginspirasi mamak-mamak dan perempuan pada umumnya adalah sekelumit perjalanan hidup Ibuk yang dituangkan dalam tulisan di blog. Ada pelajaran yang bisa dipetik, mulai dari kehidupan Ibuk sebelum menikah, setelah menikah, dan lika-liku mendampingi Khalid, anaknya Ibuk.

Gimana? Penasaran kan sama tulisan-tulisan Si Ibuk? Langsung aja lah kunjungi blognya di www.desyoktafia.com. Tenang saja, tampilan blognya simpel kok, ngga berat untuk dibuka, dan halaman utama yang nyaman dilihat para pengunjung. Pengunjung bisa pilah-pilih artikel yang ingin dibaca dengan mudah. Eits, ada channel lain jg lhoo..

Youtube: Desy Oktafia

IG: @desyoktafia

Twitter: @desyoktafia

FP: desyoktafiadotcom

Semoga review ini bermanfaat yaa.. Dan semoga kita semua bisa mengambil kebaikan dari blog Ibuk..hehe..

Tentang Thole (2): Happy Eating

Bismillah…

Setelah membahas tentang berat badan, di tulisan kali ini saya akan bahas sedikit mengenai makanan Thole. Berangkat dari ‘modal’ awal BB yang mencukupi, saya jadi tidak terlalu ketat dalam hal makanan. Tidak menargetkan anak harus habis sepiring tiap kali makan, dsb.

Menu MPASI saya mengikuti yang banyak di share di medsos. Patokan utamanya tetap 4 bintang dari WHO. Emak-emak muda kemungkinan besar udah pada tau lah yaa..

Nah, selanjutnya adalah bagaimana membuat makanan yang sudah dibuat dengan cinta itu bisa diterima anak dengan baik alias dimakan. Untuk Thole sendiri saya punya prinsip bahwa “makan harus senang”, saya tidak mau memaksa apalagi mencekoki makanan. Membujuk, merayu, iya, tapi tidak memaksa. Ketika Thole tidak mau makan, atau hanya mau beberapa suap, saya akan berusaha rayu dulu, membuatnya happy dengan mainan atau obrolan atau ekspresi-ekspresi wajah lucu. Kalau tetap tidak mau yaa ya sudah, mungkin memang dia tidak lapar.

Kedua, biasanya saya beri jarak antara menyusu dengan makan. Minimal satu jam setelah menyusu. Ini khususnya ketika usia 6 bulan – 1 tahun. Karena setelah setahun ke atas Thole sih tetep lahap makannya walaupun baru aja menyusu.

Selanjutnya adalah masalah porsi. Seperti di tulisan saya sebelumnya, porsi makan Thole tidak terlalu banyak. Di usia-usia 6 – 8 bulan kira-kira hanya dua sendok makan tiap kali makan. Di usia 9 bulan perlahan naik tergantung mood anak. Selain itu, anak sebenarnya belum perlu porsi yang besar. Karena di usia 6 – 12 bulan ini tujuan utama anak makan adalah memperkenalkan kegiatan makan, jadwal makan, dan rasa makanan, sedangkan sumber energi masih banyak berasal dari ASI.

Oke, selain memberi makanan homemade, saya juga memberi makan dengan makanan instan. Ini biasanya ketika makanan homemade-nya habis, atau sedang pergi-pergi. Satu hal penting yang perlu dilakukan ketika memilih makanan instan adalah: PERHATIKAN LABEL. Apa yang perlu diperhatikan pada label?

  • Label halal dan BPOM. Mutlak.
  • Tanggal kadaluarsa
  • Sesuai usia. Sangat penting karena menyangkut kandungan gizi dan tekstur.
  • Kandungan gizi. Yang biasanya saya pelototi di bagian ini adalah kandungan gula dan garam. Karena pada anak usia di bawah setahun hanya bisa menerima natrium/sodium maksimal 0,4 gram (400 mg) per hari (sumber:Baby Center). Jadi pastikan makanan yang dipilih adalah yang natriumnya lebih rendah. Sedangkan untuk gula, saya lebih khawatir berefek buruk pada gigi dan membuat anak lebih suka yang manis-manis. Saya biasanya agak lama memandangi tabel kandungan gizi ini karena memang kandungan gula garam antarproduk bisa berbeda jauh. Ada yang dalam sekali sajian gulanya hampir 10 gram, ada yang hanya 2 gram. Dan, jangan lupa, kandungan gizi dalam tabel adalah kandungan per sajian yaa.

Ketika Thole susah BAB di usia sekitar 6 – 8 bulan, dokter sempat mengatakan tidak apa-apa memberikan makanan instan karena makanan lebih mudah dipantau asupan gizinya.

Hm… Sepertinya itu aja yang bisa saya share kali ini. Semoga bermanfaat ya buibuu.. 🙂