No Gorengan di Bulan Ramadan

Tema arisan tulisan kali ini adalah “Ramadan”. Yap, bulan suci yang sudah di depan mata ini tentu harus disambut dengan baik, lahir dan batin. Akan tetapi dalam tulisan ini saya tidak akan membahas perihal ibadah di bulan Ramadan, biarlah itu menjadi rahasia kita dan Allah. Insyaallah.

Lalu, rencana apa yang ada di keluarga kami untuk Ramadan tahun ini?

Pertama, dan yang utama, adalah “No Gorengan Saat Buka Puasa”

“Pokoknya ngga ada gorengan pas buka puasa.” Saya mengultimatum diri sendiri dan suami. Continue reading “No Gorengan di Bulan Ramadan”

Agar Tak Berkomentar Jahat

Berawal dari obrolan santai tapi berisi di WAG ODOP (One Day One Post), mengenai keprihatinan akan media sosial saat ini yang dipenuhi komentar-komentar negatif. Bahkan ketika seseorang sebenarnya tak perlu berkomentar, tapi tetap berkomentar, negatif pula. Maka tercetuslah ide untuk menggembar-gemborkan ajakan agar berkata baik atau diam.

“Berkata baik atau diam”

“Diam itu emas” Continue reading “Agar Tak Berkomentar Jahat”

Banyak Orang Tidak Mengerti

Banyak orang tidak mengerti, bahwa ketika peraturan ditetapkan, maka harus dipatuhi.

Banyak orang tidak mengerti, bahwa masih ada orang yang mau, dengan senang hati, mengikuti peraturan. Apalagi peraturan itu sejalan dengan aturan Allah, Tuhan semesta alam.

Banyak orang yang tidak mengerti, bahwa ketika seseorang bilang “tidak”, maka artinya benar-benar “tidak”. Bukan sekedar basa-basi.

Banyak orang tidak mengerti, bahwa masih banyak orang yang takut api neraka.

Saya tidak mau minta maaf, karena mematuhi perintah dan aturan dari Allah adalah sebuah kewajiban, dan bukan kesalahan.

Banyak orang yang tidak mengerti, atau tidak mau mengerti. Tapi harap simpan untuk diri Anda sendiri. Jangan cipratkan api neraka itu pada kami.

Semoga Allah berikan hidayah pada kita semua. Aamiin.

Batam, 10 Mei 2018

*Maafkan curcol Mama Thole yang lagi kesal..hehe..

Blog Ibuknya Khalid: Inspirasi Mamak Muda

Sederhana namun misterius, itulah kesan yang saya dapat dari pertemuan pertama (dan kedua) dengan Si Ibuk. Seiring berjalannya waktu, sisi misterius itu terjawab. Rupanya Ibuk ini memang luar biasa. Apanya yang luar biasa? Yuk, tengok review berikut ini.

Saya bukan tipe yang betah berlama-lama di blog orang, kecuali memang menarik, atau relevan. Kedua hal itulah yang saya temukan di blog Ibuk. Menarik, karena penulisan yang santai namun tetap berisi. Sebagai emak muda yang suka pusing dengan tingkah polah anak, saya sih lebih senang dengan bacaan yang santai, lucu. Bisa jadi hiburan, tapi tetap banyak manfaat yang bisa diambil.

Tema lifestyle yang sangat melekat dengan kehidupan sehari-hari juga menjadi sebab saya senang hinggap di blog Si Ibuk. Ada tulisan resep masakan, tips-tips pengasuhan anak, review restoran, dan banyak lagi. Salah satu favorit saya adalah resep Sapo Tahu Ayam. Pasalnya, saya menunjukkan resep dan video ini pada pak suami, dan dia langsung bersemangat mencoba. Saya pun ngikut saja. Alhasil, sekarang sapo tahu modifikasi dari resep tersebut telah menjadi bagian dari menu wajib tiap pekan. Hehe.. Selain sapo tahu, resep ayam saos padang juga pernah kami coba, dan hasilnya cukup memuaskan. Sejauh ini ada tujuh tulisan di kategori resep di blog Si Ibuk. Mungkin salah satunya bisa jadi favorit Anda?

Dengan empat tema utama yaitu parenting, review, kuliner, dan traveling, ada beragam kategori yang bisa pembaca temukan di blog Ibuk. Dari membaca lintas kategori inilah saya menemukan sisi luar biasa Si Ibuk. Bayangin aja nih yaa, Si Ibuk ini tidak hanya rajin bikin postingan blog, tapi juga merangkap mompreneur dan mombassador juga! Kesibukan itu juga tidak membuat Ibuk lupa refreshing. Ada banyak tulisan seputar review tempat wisata dan tips-tips traveling. Cocok nih buat yang punya balita dan tetap ingin ber-traveling ria, bisa intip tips dan trik dari Ibuk.

Ibuk juga rajin berinovasi. Diantaranya adalah membuat tulisan kolaborasi dengan tagar #CakapMamak yang di-update setiap Jumat. Sesuai tagarnya, #CakapMamak bercerita tentang berbagai hal terkait urusan emak-emak dan bisa menjadi inspirasi bagi mamak muda lainnya. Misalnya #CakapMamak dengan tema Anakku Aturanku, tulisan ini kemudian saya ceritakan pada suami dan menjadi ide diskusi mengenai aturan di rumah kami. Inovasi terbarunya adalah tulisan kolaborasi dengan tema #MamakSetrong. Ah, ngga bakal bosen deh pokoknya dengan blog Ibuk ini.

Sisi lain yang bisa menginspirasi mamak-mamak dan perempuan pada umumnya adalah sekelumit perjalanan hidup Ibuk yang dituangkan dalam tulisan di blog. Ada pelajaran yang bisa dipetik, mulai dari kehidupan Ibuk sebelum menikah, setelah menikah, dan lika-liku mendampingi Khalid, anaknya Ibuk.

Gimana? Penasaran kan sama tulisan-tulisan Si Ibuk? Langsung aja lah kunjungi blognya di www.desyoktafia.com. Tenang saja, tampilan blognya simpel kok, ngga berat untuk dibuka, dan halaman utama yang nyaman dilihat para pengunjung. Pengunjung bisa pilah-pilih artikel yang ingin dibaca dengan mudah. Eits, ada channel lain jg lhoo..

Youtube: Desy Oktafia

IG: @desyoktafia

Twitter: @desyoktafia

FP: desyoktafiadotcom

Semoga review ini bermanfaat yaa.. Dan semoga kita semua bisa mengambil kebaikan dari blog Ibuk..hehe..

Perjalanan Si Passion

Setelah dua blog post tentang Thole, rasanya tak apa jika kali ini tentang mama Thole, alias saya sendiri XD

Tepatnya kali ini adalah tentang passion. Kalau membahas tentang passion, yang langsung terpikir oleh saya adalah menulis. Yaa walaupun saat ini belum bisa konsisten meluangkan waktu untuk menulis, paling tidak inilah kegiatan yang saya sukai sejak dulu. Sejak kecil.
Well, this is how i fall in love with writing…

Sejak kecil, mungkin kelas 2 atau 3 SD, saya gemar membaca buku-buku milik kakak saya. Paling sering saya baca adalah Goosebumps dan tontonannya anime Ghost At School. Lama-kelamaan keinginan menulis itu muncul. I wanna make my own story. Maka tak heran jika di awal-awal menulis tema tulisan saya pasti cerita horor. Ala bocah SD tentunya. Hahaha..

Beranjak dewasa, sekitar SMP, bacaan mulai bergeser, tulisan pun berubah. Saya jadi lebih senang menulis cerpen bertema kehidupan sehari-hari. Kala itu saya bisa selesai menulis sebuah cerpen dalam sekali duduk. Sekarang? Boro-boro buuk, duduknya aja mesti cari waktu khusus..hehe..

Masa-masa SMP-SMA adalah yang paling produktif menulis. Pernah juga mengikuti workshop menulis yang diadakan Gagas Media kala itu. Semangat pun membara. Kemudian luntur dengan cepat ketika menginjak bangku kuliah.

Passion itu pun mati suri. Ide-ide yang muncul tak pernah tereksekusi dengan baik. Bahkan saya sempat melupakannya, merasa sudah tak bisa dan tak nikmat lagi menulis. Sampai akhirnya saya bertemu Tere Liye.

Haha.. Ngga sih, lebih tepatnya saya menonton Tere Liye secara live. Jadi ketika itu, sekolah tempat saya bekerja mengundang Tere Liye untuk sebuah acara. Saya pun ikut menonton, walaupun tidak dari awal karena saya bukan fansnya juga. Namun ada kata-katanya yang sangat mengena. Ia bilang bahwa semua orang bisa menulis, orang yang sudah lama tidak menulis pun, bisa menulis. Tak menunggu lama, saya langsung kembali ke kamar dan mulai menulis. 

Saya mulai mencari kegiatan yang berhubungan dengan tulis menulis, termasuk lomba menulis. Rupanya takdir membawa saya pada kegiatan Workshop First Reader GagasMedia. Sebuah kegiatan yang membuat saya merasa “this is where i belong”. 

Kegiatan workshop first reader itu berlangsung dalam beberapa kali pertemuan. Para peserta diminta membaca naskah novel yang baru masuk, kemudian memberikan penilaian dan mendiskusikannya dari berbagai segi. Seru banget rasanya, berkumpul dengan orang-orang sehobi, bertemu para editor. Beberapa dari naskah yang kami ulas waktu itu sekarang sudah benar-benar terbit menjadi sebuah novel. Ketika melihatnya di toko buku, saya pun teringat masa-masa indah itu. Aihhh..

Tak berselang lama, saya juga mengikuti sebuah lomba menulis cerpen yang diadakan oleh Diva Press. Alhamdulillah, cerpen sederhana itu keluar sebagai juara dan ikut bertengger dalam sebuah buku antologi yang (kalau tidak salah ingat) berjudul “La Tahzan, Kunci Bahagia Itu Simpel Kok!”. Dari sini lah kemudian kepercayaan diri untuk mulai menulis kembali tumbuh, meski tak langsung subur dan berbuah. 

Sekarang, setelah menjadi seorang ibu muda, sambil bergelut dengan kesibukan mengurus suami, bocah, dan rumah, saya berusaha menjaga semangat itu dengan menulis di blog ini. 

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah menemukan passion? Passion itu kalau menurut beberapa kulwap yang saya ikuti, adalah kegiatan yang kita senangi, dan tidak bosan walaupun dilakukan berkali-kali. Selain passion, istilah yang lekat dengan passion adalah bakat. Nah, kalau untuk bakat ini, Anda bisa jajal tes di www.temubakat.com. Semoga bermanfaat ya..

“People around me said that I never take medicine. Well, they are wrong. Books and writing are my medicine. And I take them, a lot.”