Mainan Jaman Dulu: Main Gundu Sampai Ngilu

Masih dalam tema Mainan Jaman Dulu, kali ini saya akan membuat orat-oret tentang permainan gundu. Gundu, atau biasa disebut kelereng, adalah permainan yang amat terkenal di jaman dulu. Saat ini mungkin masih ada yang memainkannya walaupun sudah jarang.

Permainan yang mengandalkan kekuatan jari jemari untuk menyentil kelereng ini bisa sangat seru meski hanya dimainkan berdua. Bahkan ketika tak ada teman, main sendiri pun bisa dalam rangka latihan. Hahaha..

Ada beberapa istilah dalam permainan ini, misalnya nompo. Nompo means tangan yang maju dari letak awal kelereng ketika ingin menyentil. Tentu ini agak-agak curang yak. Tapi sering terjadi. Selain nompo, istilah lainnya seperti yang digambarkan di komik Little Mice di bawah ini.

Main Gundu/Kelereng (sumber: Komik Little Mice: Game Over)

Berbeda dengan permainan batu tujuh yang dimainkan beregu, kelereng dimainkan secara tunggal. Karenanya ada kebanggaan tersendiri bila kelereng yang kita sentil berhasil mengenai kelereng lawan yang jaraknya jauh. wkwk.

Umumnya, ada jenis-jenis kelereng yang jadi favorit. Misalnya kelereng susu, kelereng yang warnanya putih semua, harganya bisa jadi lebih mahal. Ada lagi kelereng yang berwarna bening tapi di dalamnya ada motif-motif bagus. Ada yang menyebutnya kelereng planet (kalo ga salah). Kelereng bisa dibeli di tukang jajanan, bisa juga didapatkan dari menang saat main.

Terus, kenapa main gundu bisa ngilu? Karena kalau keseringan, kuku akan terasa sakit. Ini kalo bener-bener sering sih, gundu enthusiast gitu mungkin. Hahaha.

#sepekanbercerita #rumbelnulisipbatam

Mainan Jaman Dulu: Batu Tujuh, Makin Rame Makin Seru

Main, adalah sebuah kata yang tak bisa dipisahkan dari dunia anak-anak. Bermain dengan saudara, teman-teman, orang tua, menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak. Menjadi cerita indah ketika dewasa.

Sebagai anak kelahiran tahun 90-an, saya gemar sekali bermain permainan tradisional bersama teman-teman sekitar rumah. Salah satunya yang paling seru adalah permainan batu tujuh atau sering disebut juga “boy-boyan” atau bola gebok.

Batu Tujuh/ Bola Gebok/ Boyboyan (Sumber: Little Mice Game Over)

Cara bermainnya dengan menumpuk 7 buah pecahan batu genteng kecil-kecil, kemudian pemain melemparkan bola dari jarak kira-kira dua meter. Jika bola berhasil menjatuhkan batu, maka pemain yang bertugas “jaga” harus mengambil bola dan berusaha melemparkan bola tersebut ke arah pemain lain. Pemain yang kena bola tentu harus bergantian jaga. Sementara itu, pemain yang tidak berjaga punya dua tugas; berlari menghindari bola, sekaligus berusaha menumpuk kembali ketujuh batu. Walaupun tidak sesulit menemukan 7 bola naga, tapi menyusun batu ini juga butuh trik, kelihaian, ketangkasan, dan tentunya kecepatan. Hehe. Continue reading “Mainan Jaman Dulu: Batu Tujuh, Makin Rame Makin Seru”

Review Buku: Muslimah Sukses Tanpa Stres

Judul: “Muslimah Sukses Tanpa Stress”

Penulis: Dr. Erma Pawitasari

Penerbit: Gema Insani

Tahun Terbit: 2015

Harga: Rp50.000 (di Blok M Square lantai dasar, ntah kalau di toko lain)

sumber: gemainsaniblog.wordpress.com

Ketika membaca judul buku ini, dan melihat sekilas covernya, yang tercetus dalam benak saya adalah “mungkin ini semacam buku motivasi bagi muslimah”. Saya pun merasa buku ini cocok untuk adik saya yang sedang stres karena belum dapat kuliah. Adik saya juga yang pertama memilih buku ini saat kami berkunjung ke sebuah di toko buku di Blok M Square.

Pulang lah kami dengan membawa buku ini. Kemudian Adik saya membacanya duluan. Ternyata dia hanya membaca bab terakhir karena dia merasa belum menjadi istri ataupun ibu sehingga bab-bab sebelumnya tidak cocok dengan keadaan dia saat ini. Saya pun coba iseng baca satu dua halaman, kemudian halaman selanjutnya.. Halaman selanjutnya.. Tanpa terasa satu bab sudah saya baca. Continue reading “Review Buku: Muslimah Sukses Tanpa Stres”

Main-main dengan Anak di Rimba Baca

Liburan telah berakhir, tapi Thole dan mamanya masih ngetem di Jakarta karena satu dan lain hal. Daripada diem-diem aja di rumah, orang rumah pun sudah pada mulai kerja, akhirnya saya iseng mencari tempat yang bisa dikunjungi. Tentunya yang ramah anak, karena percuma jalan-jalan kalau ngga ramah anak, yang ada mamak capeek doang. Wkwk..
Setelah browsing sebentar, pilihan jatuh pada Rimba Baca. Rimba Baca adalah sebuah perpustakaan ramah anak yang terletak di Cilandak, Jakarta Selatan. Di bagian luar, perpustakaan yang berlokasi tak jauh dari RSUP Fatmawati ini memang hanya tampak seperti rumah-rumah lainnya. Namun setelah masuk tentu beda sekali. Continue reading “Main-main dengan Anak di Rimba Baca”