Jalan-jalan Liburan: Menjajal Kereta Bogor-Sukabumi

Dalam rangka liburan panjang bulan Juni-Juli, saya lagi-lagi menyempatkan berkunjung ke rumah kakak saya di Sukabumi, tepatnya di Cicurug. Kenapa sih demen banget jalan-jalan ke sinii? Selain karena silaturahim, juga karena tempatnya dingiiinn, di kaki gunung salak. Jadi berasa bener-bener kayak liburan gitu. Kalau di Jakarta kan hawanya sibuk, macet, padet. Kalau di Cicurug itu adem, tenang, pemandangan sawah hijau, langit biru. Tengok ke kiri Gunung Salak, tengok kanan Gunung Gede, gimana ngga fresh coba? Makanya, walaupun rempong, saya sempatkan main ke sini.

Perjalanan dimulai dengan brainstorming (halah!) mengenai transportasi yang akan digunakan. Ngga bisa bawa mobil karena suami sudah balik ke Batam. Pilihannya antara naik bis Parung Indah langsung sampai tujuan, atau naik kereta dari Bogor ke Cicurug. Pilihan jatuh pada kereta dengan alasan kalau naik bis dikhawatirkan macet. Dan macetnya Sukabumi itu bisa jauh lebih parah dari macet Jakarta di jam pulang kerja. Waktu tempuh yang harusnya hanya sekitar dua jam bisa melar sampai lima jam kalau kena macet. Ngga kebayang repotnya kan bawa bocah kalau naik bis lama banget gitu. Apalagi bisnya bukan bis gede, which means tempat duduknya agak sempit dan seringnya itu bis penumpangnya penuh banget.

Alhasil, kami memutuskan naik kereta dari Bogor ke Cicurug. Sedangkan ke Bogor-nya sendiri naik AgraMas. And then, i think it’s not the best choice. Kenapa? Karena nunggu AgraMas aja udah lamaaa banget. Kira-kira setengah jam atau lebih. Kemudian, agak rempong karena dari terminal Bogor musti naik Gocar lagi ke stasiun. Fyi, stasiunnya ini bukan stasiun Bogor yang kalau mau naik KRL ya! Stasiunnya namanya Stasiun Bogor Paledang.

Untungnya, walaupun stasiunnya sederhana, tapi fasilitas cukup memadai. Ada mesin self check in gitu, jadi sampai sana saya tinggal scan barcode tiket di handphone, dan mesin langsung mengeluarkan tiket fisik. Jadi kita ga perlu nyetak sendiri. Cukup siapkan handphone ya. Kalau baterai handphone abis, di sini disediakan charger gratis, tinggal colok aja. Ada petugas yang siap membantu penumpang bila kesulitan menggunakan mesin self check in ini. Oiya, tiket kereta ini bisa dibeli di online. Saya sendiri beli di Traveloka. Untuk VIP harganya Rp60.000, sedangkan ekonomi harganya Rp25.000. Btw, tiket kereta Bogor-Sukabumi dan sebaliknya ini laris manis banget. Jadi harap beli dari seminggu atau dua minggu sebelumnya.

Stasiun Bogor Paledang

Letaknya di sebrangnya Stasiun Bogor. Stasiunnya sederhana banget, mungkin karena cuma digunakan untuk rute ke Sukabumi. Padahal penumpangnya rame. Stasiun ini memang masih sederhana, namun cukup bersih. Ada beberapa outlet makanan juga. Akan tetapi masjidnya ini sedang di renovasi ketika itu, jadi kurang nyaman. Sedangkan kamar mandinya kelihatannya sudah bagus.

 

Alhamdulillah kereta datang tepat waktu. Penumpang berbondong-bondong masuk ke peron. Jangan lupa siapkan KTP karena akan diperiksa petugas. Saya langsung berjalan menuju gerbong VIP dan duduk di kursi sesuai nomor pada tiket. Keretanya nyaman dan bersih, ada televisi di depan dan belakang. Pukul 13.05 kereta bertolak dari Bogor menuju Sukabumi dengan kecepatan di bawah kecepatan kereta pada umumnya. Iya, keretanya nyantai gitu jalannya. Tapi mending sih, karena medannya memang agak ngeri, banyak belokan dan mepet banget sama tembok rumah warga. Juga banyak jembatan yang dilintasi. Di tengah perjalanan, ada petugas yang berkeliling menjual makan siang. Entah siy harganya berapa, karena saya ngga beli. Udah bawa bekel cemilan buanyak. Hehe..

Karena saya baru pertama kali, saya agak waswas takut kelewatan stasiunnya. Untungnya setiap sebelum berhenti di stasiun, akan diumumkan oleh petugas. Dan pengumuman ini kudu disimak guys kalau mau aman. Karena kadang diumumkan misalnya “penumpang di gerbong tiga harap ke gerbong lima agar bisa turun”. Yap, karena stasiunnya ada yang memang ngga besar alias kecil. Jadi kalau mau turun di stasiun, bukan di rerumputan, harap disimak pengumuman ini. Kecuali bagi yang sudah biasa yak tentunya. Wkwk.

Selama di perjalanan, si bocil cukup rewel pemirsaahh. Mungkin dia udah capek karena berkegiatan dari pagi. Total perjalanan dari Jakarta ke Cicurug ini saya tempuh selama kurang lebih lima jam. Ngga macet, tapi lama di nunggu bis dan nunggu kereta. Ffiuhh..

Ketika kembali ke Jakarta, kami memilih naik bis pagi-pagi, pukul setengah 7 sudah di bis, dan alhamdulillah jam setengah 9 sudah sampai lebak bulus. Lancaarr.. “Besok-besok naik bis aja lah, pagi-pagi, jadi masih kosong dan ga macet,” kata mamak saya yang gempor juga pas berangkatnya. Wkwk..

Demikian pengalaman saya naik kereta Bogor-Sukabumi. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Main-main dengan Anak di Rimba Baca

Liburan telah berakhir, tapi Thole dan mamanya masih ngetem di Jakarta karena satu dan lain hal. Daripada diem-diem aja di rumah, orang rumah pun sudah pada mulai kerja, akhirnya saya iseng mencari tempat yang bisa dikunjungi. Tentunya yang ramah anak, karena percuma jalan-jalan kalau ngga ramah anak, yang ada mamak capeek doang. Wkwk..
Setelah browsing sebentar, pilihan jatuh pada Rimba Baca. Rimba Baca adalah sebuah perpustakaan ramah anak yang terletak di Cilandak, Jakarta Selatan. Di bagian luar, perpustakaan yang berlokasi tak jauh dari RSUP Fatmawati ini memang hanya tampak seperti rumah-rumah lainnya. Namun setelah masuk tentu beda sekali. Continue reading “Main-main dengan Anak di Rimba Baca”

Ini Resep Simple So Good Chicken Nugget Favorit Thole

Entah sudah berapa kali saya menyebutkan bahwa Mama Thole ini tidak bisa dan kurang suka masak memasak. Alhasil, saya selalu mencari cara agar tidak perlu berlama-lama di dapur namun tetap tak kehabisan makanan. Wkwk..

Seringnya siy ini bukan masalah ya, karena saya dan suami ngga neko-neko dalam hal makan. Tapi akhir-akhir ini ada tantangan baru yang datang dari Thole.

Yup, dia lagi agak susah makan. Masalah yang kerap membuat pusing para orang tua ini rupanya saya rasakan juga. Memang pusing sih ketika anak susah makan, kudu pinter-pinter cari cara agar makanan bisa masuk ke perut si bocil.

Satu hal yang masih saya pegang adalah saya tidak ingin memaksa atau mencekoki anak. Konsekuensinya adalah emaknya harus kreatif mencari berbagai alternatif makanan. Kemudian mengamati respon, evaluasi, dan mencari ide lagi.

Setelah diamati, Thole sekarang ini agak susah disuapi dan lebih senang makan sendiri. Lebih semangat lagi jika dihidangkan finger food. Jadi saya pun mencari ide finger food dan pilihan saya kali ini adalah dengan mengkreasikan So Good Chicken Nugget rasa pizza.

So Good Chicken Nugget Rasa Pizza

Kenapa So Good Chicken Nugget? Karena sudah jelas ada label halal MUI dan label BPOM, jadi mama tenang. Ditambah lagi yang saya gunakan adalah varian rasa pizza, makin yummy dah!

Ini dia resepnya. Jangan khawatir, simpel banget kok. Hehe..

Bahan:

  • So Good Chicken Nugget Animal rasa Pizza

  • Wortel

  • Telur

  • Minyak goreng secukupnya

Cara membuat

  • Rebus wortel sampai agak empuk, tiriskan

  • Parut wortel yang telah direbus menggunakan parutan keju, sisihkan

  • Goreng So Good Nugget Ayam sampai kecoklatan, angkat dan sisihkan

  • Kocok telur ayam, masukkan wortel

  • Panaskan minyak, kemudian goreng telur yang telah dicampur wortel

  • Letakkan nugget di atas telur

  • Lipat telur menjadi bentuk setengah lingkaran

  • Balik telur, dan angkat

  • Bisa dihidangkan dengan saus atau kecap, tergantung selera

Ada beberapa catatan untuk resep ini, yaitu wortel bisa juga diletakkan di atas telur ketika digoreng. Namun saya memilih mencampurkannya sebelum digoreng agar Thole tidak pilih-pilih ketika makan. Saat melipat telur juga sebaiknya hati-hati agar tidak sobek. Atau bisa juga dengan cara tidak melipat telur dan menggunakan nugget lebih banyak sehingga seperti pizza.

Anda juga bisa berkreasi dengan menambahkan topping seperti daun bawang, bawang bombay, atau sayuran seperti sawi minyak, dan lain-lain. Saya sendiri tidak menambahkan topping karena ini khawatir Thole tidak suka yang terlalu ‘rame’. Selain itu dari nugget-nya sendiri sudah cukup memperkaya rasa kok.
Satu lagi mak, jangan lupa segera simpan kembali nugget di freezer dalam kemasan tertutup rapat supaya tetap segar dan mencegah cemaran ya.

Selanjutnya adalah menghidangkan kreasi sederhana ini untuk Thole. Apakah dia suka? Atau tidak? Well, alhamdulillah, dia makan lahap banget. Walaupun ini makanan baru bagi dia, rupanya dia suka! Alhamdulillah, emaknya ngga disisain. Emak senaang..

Alhamdulillah nambah satu lagi bahan makanan yang dia suka, jadi mengurangi kepusingan mamak dikala Thole susah makan. Bukan hanya Thole yang suka, mamanya pun suka. Karena varian rasa pizza ini unik memang rasanya. Beda dengan yang lain.

Oiya, saya menghidangkan ini sebagai finger food dan tanpa nasi. Karena So Good Nugget Ayam ini juga sudah mengandung karbohidrat. Tapi jika Anda ingin menyajikannya dengan nasi tentu sah-sah saja.

Itu dulu kreasi resep So Good Chicken Nugget rasa pizza yang ternyata disukai Thole. Tertarik mencoba?

Tips Aman dan Nyaman Bermain di Happy Kiddy Nagoya Hill

Setelah beberapa kali tertunda, akhirnya weekend kemarin jadi juga mengajak Thole main-main di Happy Kiddy Nagoya Hill Mall. Sebelumnya Thole sudah pernah main di tempat serupa di Jakarta. Eh, ternyata di sini buka juga, jadilah kami mau coba.

Thole hanya main sekitar satu jam, karena sudah ngantuk, jadi tak lama-lama lah. Dari kunjungan kami ke sana, ada beberapa tips yang ingin saya sampaikan agar anak bisa bermain dengan aman dan nyaman di tempat umum. (“Anak” di sini dimaksudkan bukan hanya aman bagi anak kita sendiri, tapi juga anak-anak lainnya yang juga bermain di sana.) Continue reading “Tips Aman dan Nyaman Bermain di Happy Kiddy Nagoya Hill”

Mendadak Nginep di Airy Room Penuin Center Batam

Beberapa waktu lalu mertua saya datang menjenguk kami di Batam. Wahh.. senang sekali rasanya dikunjungi orang tua walaupun hanya beberapa hari saja. Kata-kata liburan langsung terbayang di pikiran saya. Sayangnya kondisi rumah kami tidak memungkinkan untuk orang tua menginap. Pasalnya, tak hanya mertua, eyang yang sudah lanjut usia pun ikut berkunjung. Karena itulah saya dan suami lebih memilih agar eyang dan mertua menginap di hotel supaya bisa lebih nyaman selama di Batam.

Mertua menanyakan hotel yang recommended. Awalnya kami bingung memilihkan hotel yang cocok, baik secara lokasi, fasilitas, dan tentunya harga. Terlebih saat itu bertepatan dengan long weekend, biasanya tarif hotel melesat bahkan bisa dua kali lipat. Weks!

Tiba-tiba saya teringat seorang teman pernah menggunakan Airy, saya pun mengusulkan Airy pada suami dan dia setuju. Langsung lah jemari menari-nari di aplikasi Airy, mencari-cari kamar yang pas. Pilihan jatuh pada Airy Room Penuin Center. Fasilitas keren dan harganya pun tidak surging, jadi #KapanAjaBisa pesan dengan harga murah. Yeay!

Hari yang dinanti-nati tiba. Siang itu kami menjemput mertua di bandara kemudian mengisi perut dulu alias makan siang di salah satu rumah makan di ruko BCL. Barulah setelahnya kami melaju ke hotel untuk istirahat. Awalnya saya sempat khawatir servis dari pihak hotel akan kurang memuaskan atau ribet karena kami memesan via Airy–yang memberi harga lebih murah dibanding rate normal. Tapi ternyata tidak. Proses check in lancar, servis kamar pun tetap baik.

Airy Room Penuin Center (Airy)

Kami memesan dua kamar yang dilengkapi dengan connecting door, untuk tiga malam. Sesampainya di kamar, kami disambut dengan cemilan khusus dari Airy. Saya yang bawaannya laper terus (maklum lah busui) langsung memandang cemilan ini bak harta karun (seperti packaging-nya..haha). Oiya, cemilan ini di-restock tiap hari lho! #penting

Cemilan Airy Room

Tambahan lain yang saya dapati di kamar ini adalah perlengkapan mandi yang dikemas dalam bag khusus. Jujur saja, saya penyuka hal-hal kecil seperti ini. Lucu dan bisa dibawa pulang sehingga bisa dipakai kalau pergi-pergi.hehe. Walaupun tidak ikut menginap, tapi saya ikut menikmati fasilitas kamar Airy Room Penuin Center ini.

Puas mengisi tenaga, kegiatan kami selepas magrib adalah mencari makan malam. Tak jauh dari hotel, ada warung-warung tenda yang menyajikan seafood. Rasanya tak kalah dengan seafood restoran, dengan harga bersahabat.

Keesokan harinya, kami berwisata di daerah Nagoya. Wisata yang bisa dilakukan di sini salah satunya adalah cuci mata melihat tas-tas berbagai merk. Dari satu toko ke toko lain kami kunjungi. Ngga beli pun, soale ngga nemu yang cocok. Setelah itu kami juga menyambangi mall BCS untuk membeli cemilan dan oleh-oleh. Mall ini tak jauh dari hotel sehingga menghemat waktu dan tenaga. Malam harinya kami kembali berwisata kuliner dengan mencicipi sop ikan Yong Kee di Batam Center. Bagi penggemar ikan,  tak lengkap rasanya jika tidak mencoba menu ini.

Selain cuci mata dan mencicip sop ikan, hal lain yang wajib dilakukan ketika ke Batam adalah mengunjungi Jembatan Barelang. It’s a must. Yup, jembatan ini adalah salah satu ikon Kota Batam. Tentu saja kami tak melewatkan kesempatan berfoto ria. Tak hanya sampai jembatan satu atau dua, kami melanjutkan perjalanan sampai ke Kampung Vietnam.

jembatan barelang
Jembatan Barelang

Perjalanan jauh membuat saya dan suami tepar jua. Akhirnya malam itu kami memutuskan ikut menginap di hotel. Lagi-lagi, kami mem-booking melalui aplikasi Airy. Untunglah, walaupun dadakan, masih ada kamar tersedia. Ada promo pula. Alhamdulillah. Memang deh, #KapanAjaBisa nginep kalau pakai Airy.

Kami memesan kamar yang lebih kecil, namun tetap lengkap dengan cemilannya. Hehe.. Saya, suami, dan anak kami yang ketika itu baru berusia sepuluh bulan pun tidur nyenyak. Maklum, sudah capek seharian jalan-jalan ke Barelang dan tempat wisata lainnya. Keesokannya kami bangun dengan segar. Thole pun kelihatan happy sekali saat bangun tidur.

Hari Minggu siang, mertua dan eyang kembali ke Jakarta. Ahh.. Sedih deh.. Liburannya selesai. Tapi kami senang karena mertua dan eyang puas jalan-jalan dan menginap di Batam. Saya dan suami pun puas telah memilih Airy Rooms karena kemudahan booking, harga murah, lokasi strategis, dan pelayanan baik.