Mainan Jaman Dulu: Karet, Play ‘Til Drop

Salah satu permainan yang amat tenar di kalangan anak perempuan: karet. Wah, ini permainan semacam mempertaruhkan gengsi. Paling seneng kalau segrup dengan teman yang memang jago main karet. Saya sendiri standar aja, bisa lompat palingan sampat kepala. Itu pun kalau yang jaga ngga tinggi-tinggi banget. Dan level paling sulit adalah pipisan, karena ga boleh kena sama sekali guys. Suseehh..

Jenis permainan karet yang cenderung lebih mudah adalah main sasa (bukan merk yak.hehe). Main sasa ini seperti melatih ketahanan, kalau di bahasa kesehatan olahraga itu endurance. Sedangkan jenis yang pertama tadi (yang pipisan sampai merdeka) itu sepertinya lebih melatih power atau kekuatan. Sok tau yak. Maap.

Ada lagi variasi lain dari permainan karet yaitu main mata kaki, lupa istilahnya apa. Ini juga seru sih, lebih kepada melatih kelenturan kayaknya, kaki terutama. Jika hanya main berdua, bisa tetap main mata kaki ini dengan disangkutkan ke pohon. Wkwk..

Main karet ini enaknya sore hari, karena sudah adem, dan kalau keringatan (yang mana sebuah keniscayaan dalam permainan ini) bisa langsung mandi. paling ngga enak kalau main karet sebelum masuk kelas, karena after effect-nya guys, baju basah dengan keringet, dan mungkin bisa bauu. Tentunya belajar jadi kurang fokus ya.

Yang terpenting dari main karet adalah, bikin karetnya dulu guys. Iyalah, gimana kan mau main kalo karetnya masih berceceran. Daan, bikinnya ga perlu tebel-tebel, karena makin tebel memang makin kuat, tapi ketika bersentuhan dengan kulit juga sakit. Apalagi kalo mainnya sasa. Duh, bisa merah-merah deh kaki. Jangan lupa juga adanya risiko karetnya putus ketika terlalu bersemangat. hehe.

#sepekanbercerita #rumbelnulisipbatam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *