Review Buku: Muslimah Sukses Tanpa Stres

Judul: “Muslimah Sukses Tanpa Stress”

Penulis: Dr. Erma Pawitasari

Penerbit: Gema Insani

Tahun Terbit: 2015

Harga: Rp50.000 (di Blok M Square lantai dasar, ntah kalau di toko lain)

sumber: gemainsaniblog.wordpress.com

Ketika membaca judul buku ini, dan melihat sekilas covernya, yang tercetus dalam benak saya adalah “mungkin ini semacam buku motivasi bagi muslimah”. Saya pun merasa buku ini cocok untuk adik saya yang sedang stres karena belum dapat kuliah. Adik saya juga yang pertama memilih buku ini saat kami berkunjung ke sebuah di toko buku di Blok M Square.

Pulang lah kami dengan membawa buku ini. Kemudian Adik saya membacanya duluan. Ternyata dia hanya membaca bab terakhir karena dia merasa belum menjadi istri ataupun ibu sehingga bab-bab sebelumnya tidak cocok dengan keadaan dia saat ini. Saya pun coba iseng baca satu dua halaman, kemudian halaman selanjutnya.. Halaman selanjutnya.. Tanpa terasa satu bab sudah saya baca.

“Wah, keren nih buku!” itulah yang langsung terlintas setelah membaca satu bab buku ini. So, apa sih kerennya? Let me explain. Tapi sebelumnya, penilaian ini tentu subjektif saya yaa. Bisa jadi Anda berpendapat lain. Hehe..

Buku ini membahas bagaimana kemuliaan seorang wanita dalam Islam. Eits, ini mungkin sudah umum diketahui, tapi apakah sudah dipahami? Saya pribadi selama ini masih sering mempertanyakan konsep kemuliaan wanita dalam islam, ketika adanya larangan-larangan khusus pada wanita, ketika laki-laki disebut satu derajat lebih tinggi. Dan buku ini pun menjawabnya. Dengan perlahan, dengan penjelasan yang mudah dipahami.

“Wanita itu Mulia by Default” dan.“Superwoman? No, Thank You!” adalah dua bab yang menyentuh, bahkan menyenggol saya. Berisi tentang penyadaran bahwa terlahir sebagai wanita saja sudah membuat seseorang itu mulia dalam islam. Tanpa perlu mengejar pekerjaan bergengsi, gaji besar, sertifikat juara, islam telah memuliakan perempuan. Sebagai anak, ia membukakan pintu surga orang tuanya, sebagai ibu tak perlu ditanya lagi, juga sebagai istri. Dijabarkan ayat dan hadits perihal wanita di semua ‘jabatan’ ini.

Bab-bab selanjutnya menjawab pertanyaan yang muncul dalam diri saya setelah membaca bab awal, yaitu “terus, wanita harus ngapain?”. Dijawab dengan gamblang bagaimana wanita sebagai ibu dan istri bisa berkarier, pekerjaan apa saja yang bisa dilakukan. Lengkap dengan hukum-hukumnya menurut beberapa madzhab.

“Ibu Profesional” juga menjadi judul bab buku ini. Makin lah saya terpesona. Kemudian kembali menyadari betapa diri ini kurang ilmu. Walaupun telah menjadi istri dan ibu, saya belum menyadari hakikat seorang ibu menurut islam, kewajiban dan hak seorang istri, dan lain-lain. Buktinya, saya baru ngeh adanya istilah “hak asuh” dan bukan “kewajiban asuh”.

 

Berarti ini buku untuk emak-emak ya?

No, no, no. That’s totally not true. “Muslimah” kan tidak hanya emak-emak. Buku ini tak melupakan para wanita yang masih sendiri, belum menikah maupun janda. Dipaparkan langkah-langkah mencari jodoh. Iya, mencari. Tenang saja, sebelum bab “Jalan Mencari Jodoh”, pembaca sudah disadarkan bahwa jodoh perlu dicari melalui bab “Jodoh Jangan Ditunggu”. Ya, buku ini memang banyak menyibak segala stereotip dan salah kaprah seputar wanita yang selama ini dianggap benar di masyarakat.

 

Buku bagus nih buat wanita!

Ups, masih kurang tepat. Buku ini tidak hanya perlu dibaca para wanita. Bapak-bapak, para suami, dan wali, juga perlu mengetahui apa saja hak dan kewajiban mereka atas para wanita di sekitar mereka (ibu, istri, nenek, adik/kakak, tante, dst). Mengapa? Tentu saja agar bisa memperlakukan wanita dengan baik, tidak menzholimi wanita dan menyalahi hak kewajiban mereka. Dan buku ini bisa menjadi salah satu referensi.

Berbagai aspek perempuan, wanita, dibahas dalam buku ini. Dijelaskan menurut ilmu fikih, dengan bahasa yang ringan, contoh kasus yang sangat relevan, data dan fakta lapangan berdasarkan jurnal ilmiah. Tak mudah, menurut saya, menemukan buku yang memahamkan tentang fikih, namun dipadukan dengan data pendukung dari hasil penelitian jurnal internasional.

Akhirnya, buku ini menjelaskan mengapa banyak wanita yang stress dan tertekan demi mengejar berbagai ‘prestasi’ agar mulia di mata orang lain. Padahal Allah tidak membebankan hal tersebut pada wanita.

Bagi Anda yang ingin membaca buku ini, saran saya, jangan baper. Hahaha.. Kok gitu? Iyalah, karena membahas tentang perempuan kan pasti ada hal-hal yang sensitif atau dinilai tabu. Misalnya tentang poligami. Hehe..

Sekian review saya tentang buku ini. Terima kasih bagi yang bersedia baca sampai tuntas. Semoga bermanfaat.

Yuk, baca buku!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *