Biduran Oh Biduran…

Apakah itu biduran? Apakah sejenis makanan? Atau hiburan? (eh?)

Ternyata tidak. Kata yang bahkan belum pernah saya dengar sebelumnya ini adalah nama sebuah penyakit, atau lebih tepatnya reaksi alergi.

Ya, kali ini saya akan bercerita mengenai reaksi alergi yang dialami Thole beberapa waktu lalu. Jadi ceritanya saat itu Batam diguyur hujan berhari-hari, siang malam. Suhu udara pun sampai di titik 23 derajat celcius. Dingiinn banget dh untuk ukuran Batam. Kalau di Sukabumi siy udah biasa suhu segitu.

Eh, tetiba di badan Thole muncul ruam. Awalnya hanya seperti bentol bekas gigitan nyamuk. Tapi beberapa jam kemudian kempes dan melebar. Semula hanya di paha, kemudian menyebar ke mana-mana. Saya langsung berhipotesis, ini alergi. Tak tunggu lama, saya langsung ubek-ubek buku pegangan emak-emak muda kece, dan mencari bab alergi. Dugaan saya mengerucut pada urtikaria (biduran) dan dermatitis atopi. Apalagi setelah tanya di grup ibu-ibu IP Batam, ternyata ada yang pernah mengalami biduran juga.

Biduran
Biduran

Dan mulailah mencari sumber masalah, alergi apa? Karena tidak ada hal baru akhir-akhir ini selain suhu yang sangat dingin. Saya pun santai saja karena Thole sendiri masih aktif seperti biasa. Namun dua hari kemudian ibu saya mendorong untuk ke dokter agar lebih jelas. Saya penasaran juga untuk tahu lebih jelas. Akhirnya kami memutuskan ke dokter. Ternyata benar, diagnosis dokter adalah urtikaria alias biduran, yang merupakan reaksi alergi.

Sebenarnya biduran ini tidak bahaya, tapi bisa jadi bahaya jika muncul juga di saluran napas dan menghambat jalan napas. Dokter pun memeriksa napas Thole dan alhamdulillah normal, tidak ada sesak. Dokter meresepkan obat Estin (Cetrizin) yang diminum sehari sekali. Jika biduran tidak terlalu banyak, kata dokter, bisa diberikan obat salep. Tapi karena Thole bidurannya sebadan, dosis salepnya bisa terlalu besar.

Kecurigaan pada hawa dingin sebagai penyebab pun tampaknya benar. Pasalnya, setelah cuaca di Batam berangsur-angsur normal, biduran ini berkurang dan sembuh. Alhamdulillah. Bagi ibu-ibu yang mengalami masalah serupa, tak perlu panik. Langsung cari tahu penyebab alergi dan amati napas anak. Untuk memastikan, tak ada salahnya ke dokter.

3 Replies to “Biduran Oh Biduran…”

  1. Kasihan kalau anak biduran ya mbak, saya soalnya dulu waktu masih sekolah suka boduran juga. Alergi udara terlalu panas dan dingin. Alhamdulillah sekarang ud sembuh, tapi masih suka biduran kalau makan mie instan pakai tauge.

Monggo Komentar