Mengisi Tangki dengan Ngelendot

Supaya judul random ini keliatan maksudnya, marilah segera kita bahas saja.

Mengenai bahasa cinta Thole tentu saja belum benar-benar ketahuan. Tapi jika diamat-amati, bocah ini sepertinya lebih ke arah sentuhan fisik. Mengapa?

Karena Thole ini entah kenapa sering ‘ngelendot’ di paha saya atau bapaknya. Kalau sedang ngelendot, biasanya saya langsung usap-usap punggungnya.

Ngelendot ini bisa tiba-tiba. Lagi asik main sendiri atau main sama teman, mendadak ngelendot. Lagi makan, ngelendot. Sebentar siy memang, hanya paling semenit. Mungkin saat ini itulah cara memenuhi tangki cintanya dengan cepat.

Bicara tentang ngelendot. Saya teringat kakaknya teman saya, sebut saja Tomi. Suatu hari saya pernah main ke rumah teman saya itu, dan ketika masuk sholat magrib kami sholat berjamaah, termasuk dengan Tomi dan ortunya. Setelah selesai sholat dan dzikir, ada hal menarik. Si Tomi yang hanya lebih tua setahun dari saya ini tiba-tiba menghampiri ibunya dan tiduran bersandar, ngelendot, di paha ibunya.

Saat itu ibunya duduk di sebelah saya. Ibunya langsung mengelus-elus kepala Tomi dan mereka ngobrol santai.

Saya pun takjub dengan adegan ini. Karena Tomi tak malu-malu menunjukkan kedekatan dengan ibunya di depan kami, teman-teman adiknya. Ibunya pun memang orang yang lemah lembut.

Ah.. Manis sekali lah pokoknya.. Saya pun ingin kelak anak lelaki saya tak segan menunjukkan sayang dan cintanya. Mungkin diawali dengan ngelendot.

Tentang bahasa cinta ini, yuk kita baca pengalaman berbeda mama krucils yang kece.

11 Replies to “Mengisi Tangki dengan Ngelendot”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *