Komunikasi yang Tak Sekedar Ngobrol

Kalau dibilang “jalin komunikasi” atau “jaga komunikasi dengan pasangan” maka yang terpikir oleh saya adalah ngobrol. Sering-sering ngobrol. Namun ternyata, komunikasi harusnya tak sekedar ngobrol.

Komunikasi Produktif adalah materi pertama di kelas Bunda Sayang IIP. Membaca materi tentunya mudah, memahaminya agak lebih menantang, dan mempraktikkannya menjadi sebuah tantangan besar. Terlebih bagi saya yang seringkali mengikutkan emosi ketika ngobrol.

Selama sepuluh hari mencoba menerapkan teori Komunikasi Produktif, saya menyadari betapa emosi memang sebaiknya tak diumbar. Menyampaikan pesan secara baik-baik dan efektif justru lebih bisa menjamin hasil yang positif.

Selain itu, saya pun mulai tercerahkan mengenai “bahasa cinta”. Jangan-jangan selama ini perbedaan bahasa ini lah yang menjadi sebab seringnya emosi terpancing. Kini saya akan berusaha mengamati untuk mencari tahu bahasa cinta suami dan saya sendiri. Karena komunikasi tak hanya sekedar ngobrol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *